there is a story in the space between you and me ...
its all about YOU and ME ...
always and forever ...

Total Tayangan Halaman

Sabtu, 31 Agustus 2013

My life's Perspective

"menurutku hidup ini harus mencakup 3 aspek. Harapan, mimpi dan cinta"

Tidak pernah berfikir sebelumnya hidup bisa membawa ku sampai ketahap ini. Kembali lagi ke masa masa itu(menjadi mahasiswa lagi)... Masa dimana kebahagiaan, keletihan, kesenangan, kemumetan bercampur baur dalam senjang waktu yang cepat. Misalnya semenit ini kamu bahagia ehh berapa menit kemudian kamu sedih. Thats called life. Kalau dulu ya, palingan begitu jumpa situasi yang seperti ini aku sudah merengutt, tenggelam dikasur, muka seperti anak kecil yang dimarahi ibunya atau berbagai reaksi yang jauh dari yang namanya "dewasa". Ternyata  waktu adalah guru yang paling hebat.

Waktu ------- pengalaman ------- kedewasaan----- ^_^

Aku pernah membaca sebuah kutipan yang menurutku dashyat. Entah siapa yang pertama kali menggagaskannya, kurang lebih intinya seperti ini; kita ngga akan merasakan indahnya pelangi tanpa merasakan hujan, langit gelap tanpa warna biru yang menyegarkan mata atau laut yang kelam. Dashyat kan? Cuma terkadang manusia memiliki kecendrungan untuk tidak perduli dengan keindahan keindahan kecil di dunia ini... 

Hidupku sangat simple. Mungkin sebagian orang mengatakan how naïf you are. Don’t you need money??!  But this is me. Bahagia bisa ditemukan disetiap sudut kehidupan. Kamu berjalan dipasar mengobrol dengan ibu ibu tua penjual sayur dan bercanda dengan mereka itu sudah bahagia, mendapatkan rezeki dan membaginya dengan mereka yang sangat butuh uang dan melihat senyum diwajah mereka itu bahagia, mandi lautt, loncat dari jembatan dan berenag itu juga bahagia, dapet gaji juga bahagia ( J)  atau bermain layang layang disawah kalau lagi dikampungku bersama anak anak kecil itu sudah bahagia. Definisi bahagia bagiku cukup sederhana karena bahagia itu sendiri  sebenarnya sederhana. Tergantung perspektif kita dalam memandangnya.  Nah aku dalam menggapai kebahagiaan untuk lebih kimplitnya lagi, aku memasukkan 3 aspek yang sebaiknya ada didalam hidup kita agar kebahagiaan menjadi lebih sempurna. Yaitu harapan, impian dan cinta.

Harapan

Ketika seorang ibu melahirkan bayinya kedunia ini sejuta harapan bermunculan dibenaknya. Semoga anakku menjadi anak yang pintar, semoga dia menjadi anak yang berbakti dan sebagainya. Begitu pula dengan si anak ketika ia mulai tumbuh dan mengenal sekitarnya dia mulai meletakkan harapannya. Dan berharap harapan harapan itu bisa menjadi kenyataan.
Harapan adalah sesuatu yang diinginkan atau didambakan namun hanya sebatas  muncul dibenak setiap manusia. Akan tetapi jangan lah meremehkannya karena ia  memiliki kekuatan magis yang mendorong manusia untuk bertahan. Bukan tidak mungkin kita hidup sampai saat ini karena masih memiliki harapan. Contohnya mereka yang divonis mati oleh dokter, pada kasus seperti ini harapan memegang peranan penting dalam factor kesembuhan. Tapi ketika harapan harapan itu mati, maka jiwa kita juga ikut ikutan kering dan akhirnya mati. Kita melemah!

 Aku sendiri memiliki harapan. Yaitu:

"menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lainnya"

Merujuk pada diri ini yang dulu. Rasanya senyuman mengembang dibibir ini. Betapa kekanak kanakan.. Betapa sukanya ngambekk... Betapa sukanya marah marah.. (yahh walaupun sampai sekarang juga masih sering ngambek..) Tapi sekarang aku sudah hampir 25... Rasanya lucu banget yaaa kalau masih aja bersikap seperti itu. Yeahh mungkin inilah harapan yang ingin kucapai dalam hidup ini. 

Impian

Semua orang memiliki impian. Karena impian adalah suatu hal yang tuhan anugrahkan untuk membuat manusia semangat melakukan sesuatu. Sesuatu hal yang abstrak dan indah. Manusia yang tidak memiliki impian hatinya pasti kosong dan hampa. Ada  juga ynag terlalu memaksakan impiannya hingga stress atau tertekan. Sehingga menurutku semuanya harus seimbang.

Aku pernah mendengar satu kutipan bahwa bermimpilah sambil terjaga jangan sambil tertidur. Karena ketika kita bermimpi sambil terjaga kita mengiringinya dengan aksi untuk membuatnya menjadi nyata. Jika hanya bermimpi sambil tertidur maka impian itu akan buyar seiring terjaganya kita.

Now come back to myself. ^_^ karena tulisan kali ini berfokus kepada si penulis yaitu "aku" maka aku ingin sedikit bercerita mengenai impianku. Dalam menjabarkannya  ada beberapa tingkatan mimpi yang ingin kuceritakan. Yang kubagi ketika masa kecil, masa remaja dan masa sekarang.

Masa kecil

Masa terindah dihampir setiap kehidupan anak manusia. Semua dilakukan dengan spontan ^_^. Masih ingat dengan segala impian impian dimasa itu. Kalau tidak salah saat itu aku masih berusia 6 tahun.

Dari masa kecil memang aku suka memandang bintang bintang sampai sampai mamak membelikan ku buku ensiklopedi perbintangan dan angkasa raya. Aku lumayan mahir lho dalam menunjuk mana rasi kalajengking dan rasi rasi lainnya, atau mendefinisikan apa itu nebula, galaksi, lubang hitam dsb. Aku juga tahu letak venus merkurius ataupun mars. Hehehe.. J karena rumah kami terletak dilokasi yang sepi perumahan jadi langit malam terlihat jelas dari halaman rumahku. Aku merasa itu sebuah anugrah. Seringkali ngeliat langit sambil mulut terbuka dan membayangkan gimana bahagianya jika bisa mendayung perahu ditengah telaga binta bintang di sungai milky way (menghayal dimulaiiiii grakkk… J ).

Hingga saat memasuki kelas 3 sd, aku membaca sebuah artikel di ‘bobo’ sebuah majalah anak anak yang sangat aku suka, tentang seorang ahli astronomi wanita Indonesia tapi kelupaan namanya… huff… wahh… I think she’s cool… jadilah impian semasa kecilku adalah ‘astronot’ !!!  Wkwkwkw ….

Masa remaja

Aku mendefinisikan masa remaja ini dimulai dari smp hingga sma. Pada masa ini semua impian bergerak ‘unstable’. Impian dan harapan harapan mondar mandir silih berganti mengisi ruang ruang yang ada diotak dan hati. Mungkin inilah sebabnya orang orang mengatakan masa ini sebagai masa transisi.

Pada sebagian anak mungkin mereka sudah menetapkan ingin menjadi apa. Namun aku? Seperti yang telah kujelaskan diatas ‘unstable’. Kalau dulu aku mengatakan astronot adalah impian, setelah menghadapi kenyataan bahwa aku lemah dibidang ilmu alam, aku langsung mengundurkan diri dari impian itu walaupun aku sangat merindukannya.. But at least… aku masih bisa belajar banyak mengenai bintang bintang walaupun ngga harus menjadi professional.

Hingga tibalah masa kelulusan sma. Lucunya, semua orang telah bersiap untuk mengapai impiannya sementara aku masih seperti orang tanpa tujuan. Pada waktu ini hanya satu yang terlintas dikepala. Bahasa Inggris…jadilah aku kuliah di jurusan keguruan Bahasa inggris… wow…aku akan menjadi guru!


Masa sekarang

Beberapa orang mengatakan bahwa umur itu mutlak, dewasa itu pilihan. Jadi ngga salah kalau kita menemukan mereka yang sudah berumur namun masih kekanak – kanakan.

Mengenai diri ini. Entah orang orang menganggapnya dewasa atau tidak. Aku juga ngga tahu. Berbagai rasa sudah kulalui. Perasaan dibenci, dicinta, dilukai, disayang. Pada hal hal yang membahagiakan tentunya kita merasa senang, namun bagaimana dengan hal hal yang tidak menyenangkan? Tentunya kesal…. Namun pada usia ku yang menuju 25 tahun ini aku menyadari satu hal, kita memerlukan semua rasa yang ada didunia ini. Mereka adalah anugrah Tuhan sebagai media untuk membangun karakter dan kedewasaan manusia. Dan sekarang aku bisa berbangga mengatakan bahwa aku bahagia menjadi terluka dan bahagia menjadi bahagia.

Dan pada akhir dari impian yang Allah telah titipakan kepadaku. Semua itu berlabuh pada satu hal. Guru. Allah menetapkan hidupku menjadi guru. Mengajar dan mengabdi kepada Negara. Menjadi professional di bidang ini. Ketika mengikuti perkuliahan dengan seorang prof di universitasku, beliau mengatakan ketika kita menjadi sesuatu maka fokuslah dan jadilah professional sehingga kalian akan dihormati dan dihargai karena ilmu yang kalian miliki bukan karena hal hal yang bersifat fisik.. Dangggg…!!! Aku langsung mencatatnya di buku catatan harianku. (sampai sekarang aku masih suka nulis diary ataupu mengumpulkan kutipan kutipan orang orang hebat, mulai dari mamak, tek din, teman teman dekat sampai artis dan pakar pakar ilmu.. ^_^ ).

So this is it! Inilah impianku. Walaupun masih ada sub sub impian yang ingin kucapai. Seperti snorkeling dengan hiu. Menyelesaikan kuliah masterku less than two years. Namun diantara impian tersebut ada satu yang menjadi prioritasku membuat cerita yang bisa dibaca dan disukai oleh banyak orang. 
Aku percaya dengan semua impian impian ini. Ketika kita berfikir bisa, maka Tuhan akan membantu kita untuk bisa karena kita mempercayai dan menghargai kemampuan yang Tuhan telah anugrahkan. DIA PASTI AKAN MEMBANTU KITA…. PERCAYALAH …

Cinta


Berbicara mengenai cinta. Maka takkan ada habisnya. Namun bagiku cinta itu sebenarnya sederhana hanya manusia saja yang menyulitkannya. Seperti ketika kita mencintai seseorang diam diam lalu kita sibuk memikirkan bagaimana atau apa yang dia fikirkan. Padahal kita tinggal nanya aja apa kamu ada perasaan kepada saya atau nggak… clear… but again kata orang jangan main main dengan perasaan hati. Ngomong gampang tapi hati itu abstrak yang lain dari diri manusia yang kadang ngga mau nurut dengan otak.
 
Sebagaimana yang telah aku urutkan bahwa dalam hidup ini kita harus memasukkan cinta. Kenapa? Karena tanpa cinta semua terasa hambar. Contohnya kita bekerja, namun kita ngga cinta dengan pekerjaan kita. Wahhh… pasti hasil kerjaan kita ngga bagus. Masakan yang dimasak dengan cinta pasti terasa lebih enakk…. Anak yang dididik dengan cinta pasti akan menjadi anak yang lembut perangainya. Walaupun aku ngga bisa menjelaskan bukti yang nyata berdasarkan penelitian siapalah, namun tak bisa dipungkiri, cinta telah mengambil peranan yang penting didalam hidup kita.

Kembali ke tokoh ‘aku’ diulasan singkat ini. Ketika disuruh untuk menjabarkan cinta terasa jari ini agak sulit mengetik. Jatuh cinta, patah hati… hhe… tanpa kusadari mereka mengajarkan how this world works… amazing.. Sampai saat ini aku sangat mensyukuri pernah merasakan dua hal itu. Mungkin kalau aku yang dulu, nangis semalaman atau denger lagu lagu galau sambil merenung berhari hari. Tapi tidak pada diri yang sekarang, bahagia banget punya teman yang baik hati mereka juga termasuk  orang yang membuat aku bisa seperti aku yang sekarang.

3 tahun menyukai seseorang bukanlah waktu yang singkat dalam mencintai seseorang. Namun dalam sehari semua rasa itu bisa menguap dengan mudahnya. Dan aku menikmati proses proses kehidupan ini.

Saat ini, aku hanya mempersiapkan diri untuk seseorang yang ditadirkan untuk mengisi hidupku.  Menjadi perempuan yang kuat sehingga bisa mendukungnya susah dan senang. Yang mampu menjadi pelipur lara dan menyenangkan hatinya disaat kehidupan menekannya. 

Dia ada. Namun tak tahu siapa dan dimana. Mungkin dia seseorang yang kukenal dekat atau mungkin orang asing yang tak kukenal. Suatu saat aku akan menemukannya. Dan mengatakan bahwa alam sadarku, alam mimpiku, semua milikmu. (nidji-rahasia hati).


 liza,
New Hope, New Life
31 Agustus 2013



Tidak ada komentar:

Posting Komentar