THE STORY OF US
its been so long since i wrote in this blog...
dan ini adalah sebagian dari my project ( rencananya sih novel... kwkwkw ) yang telah lama stuck didalam pikirannku dan still in progress tilll now...... sebuah cerita yang ditulis pada masa galau sewaktu hidup dikamar sunyi senyap di Prada city (away from yani, ucha, lara, ira, kakak ratna, fika, odeh all my housemate). i have promise you all guys that i am gonna write the STORY OF US right? and here it is,,, but soyiiiiii belum selesai... dan ini adalah cuplikannnya....
dedicate it to all my frens...
inspired by my own life ...
namanya masih cilek cilek yaa... baru nyadar ternyata buat nama sebuah character itu susaahh begetee...^^ jadi masukin aja nama sendiri dan temen temen ... hihihi ...
HER
NAME IS LIZA
Bumi bagaikan planet cantik yang
saat itu sedang mendapat hukuman dari matahari. Teriknya sinar matahari membelah
setiap otak-otak manusia yang mengharap belas kasih dari sang surya. Walaupun
demikian tahukah mereka tanpa matahari maka semua yang ada di bumi ini akan
kehilangan energy?
Disebuah pelataran kampus.
Seorang gadis berkerudung ungu sibuk menyelsaikan tugas kuliahnya yang mulai
menumpuk. Gerakan penanya menunjukkan betapa inginnya dia menyelesaikan tugas
itu segera. Sementara dua orang gadis lain terlibat dalam diskusi yang serius
mengingat presentasi yang sebentar lagi mereka hadapi.
“ za, gimana? Uda selesai
belum?” seorang gadis yang memiliki postur tubuh langsing mengalihkan
pandangannya kepada liza.
“ahh… belum nehh… aduhhh gimana
ne odeh? Sebentar lagi tugasnya dikumpul, habis lah aku sama pak bur.” Celoteh
liza yang sedari tadi sibuk menyelesaikan tugasnya.
Fika yang asyik membaca textbooknya
mengalihkan pandangan kepada liza, sambil membenarkan letak kacamatanya ia
bergegas kearah temannya itu.
“makanya, kalau tugas itu ingat
dong… jangan disitu mau kumpul disitu juga kamu buat,” omelnya. Sementara itu
jam menunjukkan pukul 10.10 wib. “nah da masuk tuh… ayok cepetan ntar kita
telat lagi…” sambungnya.
“ahh kalian duluan deh, ntar aku
nyusul, ini sedikit lagi.” Jawab liza sambil mengencangkan kecepatan menulisnya
yang melewati batas kecepatan rata rata manusia dalam menulis.
Kedua sahabatnya itu tertawa
menyaksikannya bergumul dengan pena. Dalam hati liza menyesali kelalaiannya.
Setelah 10 menit akhirnya selesai juga tugas yang menguras
keringatnya itu. Berharap masih sempat untuk mengadiri acara perkuliahan
disiang yang terik itu, liza berlari lari menuju kelas. Dan thanks God….dia
masih sempat. Odeh dan fika telah menyisakan bangku kosong untuknya. Liza
menorehkan senyumannya kearah mereka, how nice there are, fikirnya. Sedetik
ketika liza menempelkan bagian bawah tubuhnya di kursi kayu itu, seorang lelaki
setengah baya telah masuk kelas mereka. Pertanda acara perkuliahan akan
segera dimulai
“ntar traktir bakso ya…” bisik
odeh tiba tiba.
“ what..!!” kebangetan ….”
Teriak liza yang sukses memecah keheningan di ruangan itu.
-----------------------------------------
