My life's Perspective
"menurutku hidup ini harus mencakup 3 aspek. Harapan,
mimpi dan cinta"
Tidak pernah berfikir
sebelumnya hidup bisa membawa ku sampai ketahap ini. Kembali lagi ke masa masa
itu(menjadi mahasiswa lagi)... Masa dimana kebahagiaan, keletihan, kesenangan,
kemumetan bercampur baur dalam senjang waktu yang cepat. Misalnya semenit ini
kamu bahagia ehh berapa menit kemudian kamu sedih. Thats called life. Kalau
dulu ya, palingan begitu jumpa situasi yang seperti ini aku sudah merengutt, tenggelam
dikasur, muka seperti anak kecil yang dimarahi ibunya atau berbagai reaksi yang
jauh dari yang namanya "dewasa". Ternyata waktu adalah guru
yang paling hebat.
Waktu ------- pengalaman
------- kedewasaan----- ^_^
Aku pernah membaca
sebuah kutipan yang menurutku dashyat. Entah siapa yang pertama kali
menggagaskannya, kurang lebih intinya seperti ini; kita ngga akan merasakan
indahnya pelangi tanpa merasakan hujan, langit gelap tanpa warna biru yang
menyegarkan mata atau laut yang kelam. Dashyat kan? Cuma terkadang manusia
memiliki kecendrungan untuk tidak perduli dengan keindahan keindahan kecil di
dunia ini...
Hidupku sangat simple.
Mungkin sebagian orang mengatakan how naïf you are. Don’t you need
money??! But this is me. Bahagia bisa
ditemukan disetiap sudut kehidupan. Kamu berjalan dipasar mengobrol dengan ibu
ibu tua penjual sayur dan bercanda dengan mereka itu sudah bahagia, mendapatkan
rezeki dan membaginya dengan mereka yang sangat butuh uang dan melihat senyum
diwajah mereka itu bahagia, mandi lautt, loncat dari jembatan dan berenag itu
juga bahagia, dapet gaji juga bahagia ( J) atau
bermain layang layang disawah kalau lagi dikampungku bersama anak anak kecil
itu sudah bahagia. Definisi bahagia bagiku cukup sederhana karena bahagia itu
sendiri sebenarnya sederhana. Tergantung
perspektif kita dalam memandangnya. Nah
aku dalam menggapai kebahagiaan untuk lebih kimplitnya lagi, aku memasukkan 3
aspek yang sebaiknya ada didalam hidup kita agar kebahagiaan menjadi lebih
sempurna. Yaitu harapan, impian dan cinta.
Harapan
Ketika seorang ibu melahirkan
bayinya kedunia ini sejuta harapan bermunculan dibenaknya. Semoga anakku
menjadi anak yang pintar, semoga dia menjadi anak yang berbakti dan sebagainya.
Begitu pula dengan si anak ketika ia mulai tumbuh dan mengenal sekitarnya dia
mulai meletakkan harapannya. Dan berharap harapan harapan itu bisa menjadi
kenyataan.
Harapan adalah sesuatu yang
diinginkan atau didambakan namun hanya sebatas muncul dibenak setiap manusia. Akan tetapi
jangan lah meremehkannya karena ia memiliki kekuatan magis yang mendorong manusia
untuk bertahan. Bukan tidak mungkin kita hidup sampai saat ini karena masih
memiliki harapan. Contohnya mereka yang divonis mati oleh dokter, pada kasus seperti
ini harapan memegang peranan penting dalam factor kesembuhan. Tapi ketika
harapan harapan itu mati, maka jiwa kita juga ikut ikutan kering dan akhirnya
mati. Kita melemah!
Aku sendiri memiliki harapan. Yaitu:
"menjadi orang yang
bermanfaat bagi orang lainnya"
Merujuk pada diri ini
yang dulu. Rasanya senyuman mengembang dibibir ini. Betapa kekanak kanakan..
Betapa sukanya ngambekk... Betapa sukanya marah marah.. (yahh walaupun sampai
sekarang juga masih sering ngambek..) Tapi sekarang aku sudah hampir 25...
Rasanya lucu banget yaaa kalau masih aja bersikap seperti itu. Yeahh mungkin
inilah harapan yang ingin kucapai dalam hidup ini.
Impian
Semua orang memiliki
impian. Karena impian adalah suatu hal yang tuhan anugrahkan untuk membuat
manusia semangat melakukan sesuatu. Sesuatu hal yang abstrak dan indah. Manusia
yang tidak memiliki impian hatinya pasti kosong dan hampa. Ada juga ynag
terlalu memaksakan impiannya hingga stress atau tertekan. Sehingga menurutku
semuanya harus seimbang.
Aku pernah mendengar
satu kutipan bahwa bermimpilah sambil terjaga jangan sambil tertidur. Karena
ketika kita bermimpi sambil terjaga kita mengiringinya dengan aksi untuk
membuatnya menjadi nyata. Jika hanya bermimpi sambil tertidur maka impian itu
akan buyar seiring terjaganya kita.
Now come back to myself.
^_^ karena tulisan kali ini berfokus kepada si penulis yaitu "aku"
maka aku ingin sedikit bercerita mengenai impianku. Dalam menjabarkannya ada beberapa tingkatan mimpi yang ingin
kuceritakan. Yang kubagi ketika masa kecil, masa remaja dan masa sekarang.
Masa kecil
Masa terindah dihampir
setiap kehidupan anak manusia. Semua dilakukan dengan spontan ^_^. Masih ingat
dengan segala impian impian dimasa itu. Kalau tidak salah saat itu aku masih
berusia 6 tahun.
Dari masa kecil memang
aku suka memandang bintang bintang sampai sampai mamak membelikan ku buku
ensiklopedi perbintangan dan angkasa raya. Aku lumayan mahir lho dalam menunjuk
mana rasi kalajengking dan rasi rasi lainnya, atau mendefinisikan apa itu
nebula, galaksi, lubang hitam dsb. Aku juga tahu letak venus merkurius ataupun
mars. Hehehe.. J karena rumah kami terletak dilokasi yang sepi
perumahan jadi langit malam terlihat jelas dari halaman rumahku. Aku merasa itu
sebuah anugrah. Seringkali ngeliat langit sambil mulut terbuka dan membayangkan
gimana bahagianya jika bisa mendayung perahu ditengah telaga binta bintang di
sungai milky way (menghayal dimulaiiiii grakkk… J ).
Hingga saat memasuki
kelas 3 sd, aku membaca sebuah artikel di ‘bobo’ sebuah majalah anak anak yang
sangat aku suka, tentang seorang ahli astronomi wanita Indonesia tapi kelupaan
namanya… huff… wahh… I think she’s cool… jadilah impian semasa kecilku adalah ‘astronot’
!!! Wkwkwkw ….
Masa remaja
Aku mendefinisikan masa
remaja ini dimulai dari smp hingga sma. Pada masa ini semua impian bergerak
‘unstable’. Impian dan harapan harapan mondar mandir silih berganti mengisi ruang
ruang yang ada diotak dan hati. Mungkin inilah sebabnya orang orang mengatakan
masa ini sebagai masa transisi.
Pada sebagian anak
mungkin mereka sudah menetapkan ingin menjadi apa. Namun aku? Seperti yang
telah kujelaskan diatas ‘unstable’. Kalau dulu aku mengatakan astronot adalah
impian, setelah menghadapi kenyataan bahwa aku lemah dibidang ilmu alam, aku
langsung mengundurkan diri dari impian itu walaupun aku sangat merindukannya.. But
at least… aku masih bisa belajar banyak mengenai bintang bintang walaupun ngga
harus menjadi professional.
Hingga tibalah masa kelulusan sma. Lucunya,
semua orang telah bersiap untuk mengapai impiannya sementara aku masih seperti
orang tanpa tujuan. Pada waktu ini hanya satu yang terlintas dikepala. Bahasa
Inggris…jadilah aku kuliah di jurusan keguruan Bahasa inggris… wow…aku akan
menjadi guru!
Masa sekarang
Beberapa orang mengatakan bahwa umur itu mutlak,
dewasa itu pilihan. Jadi ngga salah kalau kita menemukan mereka yang sudah
berumur namun masih kekanak – kanakan.
Mengenai diri ini. Entah orang orang
menganggapnya dewasa atau tidak. Aku juga ngga tahu. Berbagai rasa sudah
kulalui. Perasaan dibenci, dicinta, dilukai, disayang. Pada hal hal yang
membahagiakan tentunya kita merasa senang, namun bagaimana dengan hal hal yang
tidak menyenangkan? Tentunya kesal…. Namun pada usia ku yang menuju 25 tahun
ini aku menyadari satu hal, kita memerlukan semua rasa yang ada didunia ini.
Mereka adalah anugrah Tuhan sebagai media untuk membangun karakter dan
kedewasaan manusia. Dan sekarang aku bisa berbangga mengatakan bahwa aku
bahagia menjadi terluka dan bahagia menjadi bahagia.
Dan pada akhir dari impian yang Allah telah
titipakan kepadaku. Semua itu berlabuh pada satu hal. Guru. Allah menetapkan
hidupku menjadi guru. Mengajar dan mengabdi kepada Negara. Menjadi professional
di bidang ini. Ketika mengikuti perkuliahan dengan seorang prof di
universitasku, beliau mengatakan ketika kita menjadi sesuatu maka fokuslah dan
jadilah professional sehingga kalian akan dihormati dan dihargai karena ilmu
yang kalian miliki bukan karena hal hal yang bersifat fisik.. Dangggg…!!! Aku
langsung mencatatnya di buku catatan harianku. (sampai sekarang aku masih suka
nulis diary ataupu mengumpulkan kutipan kutipan orang orang hebat, mulai dari
mamak, tek din, teman teman dekat sampai artis dan pakar pakar ilmu.. ^_^ ).
So this is it! Inilah impianku. Walaupun masih
ada sub sub impian yang ingin kucapai. Seperti snorkeling dengan hiu.
Menyelesaikan kuliah masterku less than two years. Namun diantara impian
tersebut ada satu yang menjadi prioritasku membuat cerita yang bisa dibaca dan
disukai oleh banyak orang.
Aku percaya dengan semua impian impian ini. Ketika
kita berfikir bisa, maka Tuhan akan membantu kita untuk bisa karena kita
mempercayai dan menghargai kemampuan yang Tuhan telah anugrahkan. DIA PASTI
AKAN MEMBANTU KITA…. PERCAYALAH …
Cinta
Berbicara mengenai cinta. Maka takkan ada
habisnya. Namun bagiku cinta itu sebenarnya sederhana hanya manusia saja yang
menyulitkannya. Seperti ketika kita mencintai seseorang diam diam lalu kita
sibuk memikirkan bagaimana atau apa yang dia fikirkan. Padahal kita tinggal
nanya aja apa kamu ada perasaan kepada saya atau nggak… clear… but again kata
orang jangan main main dengan perasaan hati. Ngomong gampang tapi hati itu abstrak
yang lain dari diri manusia yang kadang ngga mau nurut dengan otak.
Sebagaimana yang telah aku urutkan bahwa dalam
hidup ini kita harus memasukkan cinta. Kenapa? Karena tanpa cinta semua terasa
hambar. Contohnya kita bekerja, namun kita ngga cinta dengan pekerjaan kita.
Wahhh… pasti hasil kerjaan kita ngga bagus. Masakan yang dimasak dengan cinta
pasti terasa lebih enakk…. Anak yang dididik dengan cinta pasti akan menjadi
anak yang lembut perangainya. Walaupun aku ngga bisa menjelaskan bukti yang
nyata berdasarkan penelitian siapalah, namun tak bisa dipungkiri, cinta telah
mengambil peranan yang penting didalam hidup kita.
Kembali ke tokoh ‘aku’ diulasan singkat ini. Ketika
disuruh untuk menjabarkan cinta terasa jari ini agak sulit mengetik. Jatuh
cinta, patah hati… hhe… tanpa kusadari mereka mengajarkan how this world works…
amazing.. Sampai saat ini aku sangat mensyukuri pernah merasakan dua hal itu. Mungkin
kalau aku yang dulu, nangis semalaman atau denger lagu lagu galau sambil
merenung berhari hari. Tapi tidak pada diri yang sekarang, bahagia banget punya
teman yang baik hati mereka juga termasuk
orang yang membuat aku bisa seperti aku yang sekarang.
3 tahun menyukai seseorang bukanlah waktu yang
singkat dalam mencintai seseorang. Namun dalam sehari semua rasa itu bisa
menguap dengan mudahnya. Dan aku menikmati proses proses kehidupan ini.
Saat ini, aku hanya mempersiapkan diri untuk
seseorang yang ditadirkan untuk mengisi hidupku. Menjadi perempuan yang kuat sehingga bisa
mendukungnya susah dan senang. Yang mampu menjadi pelipur lara dan menyenangkan
hatinya disaat kehidupan menekannya.
Dia ada. Namun tak tahu siapa dan dimana.
Mungkin dia seseorang yang kukenal dekat atau mungkin orang asing yang tak
kukenal. Suatu saat aku akan menemukannya. Dan mengatakan bahwa alam sadarku, alam mimpiku, semua milikmu.
(nidji-rahasia hati).
liza,
New Hope, New Life
31 Agustus 2013