there is a story in the space between you and me ...
its all about YOU and ME ...
always and forever ...

Total Tayangan Halaman

Senin, 02 September 2013

FISIK DALAM PANDANGAN 


Pernahkah kamu merasa bahwa tubuhmu sangat gemuk? Atau kulitmu terlalu hitam untuk dipandang? Mungkin sebagian orang pernah merasakan hal yang saya sebutkan diatas. Klise? Tidak karena dalam ilmu psikologis sendiri  hal tersebut memiliki porsi yang besar untuk mempengaruhi tingkah laku manusia. Bahkan saya pernah membuat sebuah pertanyaan dan saya tanyakan dengan beberapa teman terdekat apakah salah menjadi gemuk? Apakah salah memiliki kulit hitam?

Ketika kita ditanyakan pertanyaan pertanyaan diatas, spontan pasti kita memberi jawaban seperti; ‘tidak ada yang salah untuk menjadi hitam dan gemuk’, ‘semua orang bebas memilih ini termasuk kedalam hak azasi manusia’.  Ya, itu sebagian jawaban yang saya dapatkan ketika melakukan interview singkat dengan beberapa orang yang saya kenal. Malah dari 5 orang yang saya tanyakan, kelima limanya menjawab dengan jawaban yang serupa seperti diatas.

Kemudian saya mencoba mengkilas balik dengan kehidupan yang saya jalani selama ini, karena saya sendiri memiliki tubuh yang gemuk dan kulit hitam. Dari kecil, remaja , hingga dewasa. Mungkin tak terhitung berapa orang yang mengejek atau menertawakan kondisi fisik saya, tidak hanya teman bahkan keluarga sendiri juga melakukan hal yang sama walaupun saya menyadari itu bukan dilakukan dengan sadar untuk mengintimidasi saya namun sebagai suatu bentuk dukungan agar saya menjadi sosok yang lebih baik.

Kalau dulu hal ini bukanlah menjadi isu yang begitu penting, karena saya pribadi bukanlah orang yang menilai seseroang dari segi fisik, semua orang cantik, semua orang ganteng bila memiliki karakter yang baik. Namun belakangan saya kembali memikirkan hal ini. Ternyata saya telah berada di dunia yang rasis. Yang lebih membedakan seseorang dari segi fisik. Bukankah tubuh gemuk, dan kulit hitam ini adalah diri saya yang harus saya cintai. Membenci tubuh gemuk dan kulit hitam ini berarti saya telah mencemohkan diri saya sendiri. Mencemohkan ciptaan tuhan. Kalaupun saya ingin merubahnya, saya akan melakukannya dengan alasan kesehatan atau alasan alasan logis lainnya. Karena benar adanya bahwa memiliki tubuh gemuk membuat kita rentan terhadap penyakit (belakangan ini saya menerapkan pola hidup sehat dan hasilnya sangat memuaskan).

Lalu kemana indahnya keindahan hati yang selama ini mereka diluar sana agung agungkan? Kalau boleh saya berpendapat,  ini adalah hal klise orang orang diluar sana atau juga sebagai sarana menutupi pendapat dan kenyataan sesungguhnya. Karena sangat kontras dengan keadaan sebenarnya. Saya pernah membaca sebuah artikel bahwa disebuah Negara di afrika, perempuan yang memiliki tubuh gemuk diangkap cantik daripada perempuan yang kurus. Sehingga terbentuklah tradisi menggemukkan setiap perempuan yang kurus. Nah, pada kasus yang seperti ini saya merasa hal tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap mereka yang kurus. Sama juga dengan apa yang terjadi di masyarakat kita yang meremehkan mereka bertubuh gemuk dan berkulit hitam. Tanpa kita sadari kita telah melakukan pelanggaran kemanusiaan kepada saudara, teman, bahkan orang tua kita sendiri ketika kita mengatakan “GEMUK KALI SEKARANG?”  atau “HITAM SEKALI?”dan sebagainya.

Sehingga mulai sekarang, saya sendiri mengingatkan diri saya untuk tidak melakukan pelanggaran pelanggaran  kepada orang orang, apalagi dengan orang orang terdekat saya.