FISIK DALAM PANDANGAN
Pernahkah
kamu merasa bahwa tubuhmu sangat gemuk? Atau kulitmu terlalu hitam untuk
dipandang? Mungkin sebagian orang pernah merasakan hal yang saya sebutkan
diatas. Klise? Tidak karena dalam ilmu psikologis sendiri hal tersebut memiliki porsi yang besar untuk
mempengaruhi tingkah laku manusia. Bahkan saya pernah membuat sebuah pertanyaan
dan saya tanyakan dengan beberapa teman terdekat apakah salah menjadi gemuk?
Apakah salah memiliki kulit hitam?
Ketika
kita ditanyakan pertanyaan pertanyaan diatas, spontan pasti kita memberi
jawaban seperti; ‘tidak ada yang salah untuk menjadi hitam dan gemuk’, ‘semua
orang bebas memilih ini termasuk kedalam hak azasi manusia’. Ya, itu sebagian jawaban yang saya dapatkan
ketika melakukan interview singkat dengan beberapa orang yang saya kenal. Malah
dari 5 orang yang saya tanyakan, kelima limanya menjawab dengan jawaban yang
serupa seperti diatas.
Kemudian
saya mencoba mengkilas balik dengan kehidupan yang saya jalani selama ini,
karena saya sendiri memiliki tubuh yang gemuk dan kulit hitam. Dari kecil,
remaja , hingga dewasa. Mungkin tak terhitung berapa orang yang mengejek atau
menertawakan kondisi fisik saya, tidak hanya teman bahkan keluarga sendiri juga
melakukan hal yang sama walaupun saya menyadari itu bukan dilakukan dengan
sadar untuk mengintimidasi saya namun sebagai suatu bentuk dukungan agar saya
menjadi sosok yang lebih baik.
Kalau
dulu hal ini bukanlah menjadi isu yang begitu penting, karena saya pribadi
bukanlah orang yang menilai seseroang dari segi fisik, semua orang cantik,
semua orang ganteng bila memiliki karakter yang baik. Namun belakangan saya
kembali memikirkan hal ini. Ternyata saya telah berada di dunia yang rasis.
Yang lebih membedakan seseorang dari segi fisik. Bukankah tubuh gemuk, dan
kulit hitam ini adalah diri saya yang harus saya cintai. Membenci tubuh gemuk
dan kulit hitam ini berarti saya telah mencemohkan diri saya sendiri.
Mencemohkan ciptaan tuhan. Kalaupun saya ingin merubahnya, saya akan
melakukannya dengan alasan kesehatan atau alasan alasan logis lainnya. Karena
benar adanya bahwa memiliki tubuh gemuk membuat kita rentan terhadap penyakit
(belakangan ini saya menerapkan pola hidup sehat dan hasilnya sangat
memuaskan).
Lalu
kemana indahnya keindahan hati yang selama ini mereka diluar sana agung
agungkan? Kalau boleh saya berpendapat, ini adalah hal klise orang orang diluar sana
atau juga sebagai sarana menutupi pendapat dan kenyataan sesungguhnya. Karena
sangat kontras dengan keadaan sebenarnya. Saya pernah membaca sebuah artikel
bahwa disebuah Negara di afrika, perempuan yang memiliki tubuh gemuk diangkap
cantik daripada perempuan yang kurus. Sehingga terbentuklah tradisi
menggemukkan setiap perempuan yang kurus. Nah, pada kasus yang seperti ini saya
merasa hal tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap mereka yang kurus. Sama
juga dengan apa yang terjadi di masyarakat kita yang meremehkan mereka bertubuh
gemuk dan berkulit hitam. Tanpa kita sadari kita telah melakukan pelanggaran
kemanusiaan kepada saudara, teman, bahkan orang tua kita sendiri ketika kita
mengatakan “GEMUK KALI SEKARANG?” atau
“HITAM SEKALI?”dan sebagainya.
Sehingga
mulai sekarang, saya sendiri mengingatkan diri saya untuk tidak melakukan
pelanggaran pelanggaran kepada orang
orang, apalagi dengan orang orang terdekat saya.